Tambang Pasir Langka, Bupati Aceh Besar Bicara

Minggu, 17 September 2017 | Dilihat: 435 kali

SERAMBITV.COM, BANDA ACEH – Salah satu lokasi galian C di Aceh Besar ini sudah beberapa pekan tidak lagi beraktivitas. Ini menyusul penertiban penggalian pasir secara ilegal, yang diberlakukan Pemerintah Aceh Besar.

Aturan itu sendiri berlaku di sepanjang Daerah Aliras Sungai Krueng Aceh, mulai dari Jembatan Lambaro sampai Bendungan Irigasi Seulimuem. Sebaliknya, tindakan menyelematkan aliran sungai ini berdampak pada ketersedian bahan baku bagi material bangunan, terutama untuk jenis pasir. Bahkan, harga pasir naik hingga.

Bila biasanya pasir 1,5 hingga 1,8 kubik dihargai Rp 250.000, maka kini nilainya mencapai Rp 350.000.

Pasir masih bisa didapat untuk kebutuhan Banda Aceh, namun kini harus diangkut dengan jarak yang lebih jauh, yakni di kawasan Jantho, tempat pengambilan pasir yang memang memiliki izin tambang.

Menurut Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali penertiban dilakukan karena memang lokasi tambang tidak memiliki izin atau ilegal. Tindakan ini juga menjadi upaya pemerintahannya untuk menyelamatkan Aceh Besar, terutama saat banjir melanda. Pemkab Aceh Besar sendiri memberikan solusi dengan menunjuk dua lokasi baru tempat pengambilan pasir dan batu kerikil.

Narator: ardiansyah
Editor: RA Karamullah

Komentar