Ketua DPRA Jajaki Kerjasama Dengan Tokoh Keturunan Aceh di Luar Negeri

Sabtu, 29 Juli 2017 | Dilihat: 291 kali

SERAMBITV.COM, KUALA LUMPUR – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk Muharuddin melakukan pertemuan dengan sejumlah Tokoh berdarah Aceh di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu-Senin (23-24/07/2017), salah satunya adalah Tan Sri Dato’ Seri Sanusi bin Junid mantan Menteri Pertanian di Malaysia pada masa Tun Mahathir Mohamad menjadi Perdana Menteri. Pertemuan ini membahas berbagai isu strategis terutama terkait peluang investasi di Aceh.

Tgk Muharuddin menilai perlu ada partisipasi aktif dari tokoh-tokoh keturunan Aceh yang kini menetap di berbagai negara untuk membawa investor melakukan investasi di Aceh. Diharapkan pula, Pemerintah Aceh menindaklanjuti rencana ini.

Sementara itu, Tan Sri Dato’ Seri Sanusi bin Junid, menilai bahwa investor baru akan menempatkan modalnya ketika mereka mendapat kepastian hukum dan perizinan.

Presiden Universitas Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM) periode 2000-2008 ini pun menyebut Syariat Islam yang berlaku di Aceh tidak akan mengganggu investasi. Alasannya, investor datang untuk melkaukan investasi, bukan untuk mengerjakan yang dilarang oleh Syariat Islama ataupun norma-norma masyrakat.

Tan Sri Sanusi yang pernah menjabat sebagai Menteri di beberapa Kementerian yang berbeda di negara jiran itu juga menekankan pentingnya kepercayaan dan menjaga nama baik daerah Aceh.

Dihari lainnya, Muharadduin juga bertemu dengan Presiden Komuniti Aceh Malaysia (KAM) Datuk Mansyur Usman, kemudian Consultant di Sony Music Malaysia, Tuan Mujahid Abdul Wahab dan ikut serta Direktur Manajer D2X Management, Suryadi.

Pada kesempatan ini, para pihak fokus pada peningkatan kerjasama seni musik dan budaya antara kedua bangsa, dimana saat ini produk yang berjalan adalah kehadiran RBT (Nada Sambung Pribadi) lagu Aceh pada operator seluler di Malaysia.

Kedepan, diharapkan tak hanya RBT tapi juga dilakukan kerjasama even seperti menggelar Festival Kopi, Kuliner dan kegiatan seni lainnya di Malaysia.

Narator: Ardiansyah
Editor: Reza Munawir

Komentar