Kopi Arabica Gayo Masuki Musim Panen, Dataran Tinggi Gayo Kembali Berdenyut

Kamis, 7 November 2019 | Dilihat: 66 kali

SERAMBITV.COM, TAKENGON – Pagi itu matahari baru saja muncul dari salah satu sudut Danau Laut Tawar, Aceh Tengah.

Dengan warna agak keemasan dan langit nyaris tanpa awan, sinar surya memberi rasa hangat tersendiri bagi kawasan berhawa sejuk ini.

Memasuki bulan November, beberapa daerah di dataran tinggi Gayo mulai dari Aceh Tengah, Bener Meriah hingga Gayo Lues, kembali sumringah.

Ini tak lain karena daerah penghasil kopi arabica terbaik di dunia itu memasuki masa panen.

Kebun-kebun kopi yang biasanya sepi aktivitas kembali berdenyut, tak hanya bagi pemilik kebun, tapi juga masyarakat pemetik kopi.

Menggenakan pakaian khusus dengan sejumlah karung bersamanya, Sakdiah sudah menyisir belasan pohon kopi. Jari-jemarinya cekatan diantara celah ranting memetik biji kopi.

Bagaimana tidak, penduduk Kampung Bur Biah, Kecamatan Bebesen ini, sudah lebih 10 tahun menjadi pemetik kopi.

Di usianya yang tak muda lagi, Sakdiah bisa memetik hingga 50 kilogram lebih biji kopi.

Ditempat lainnya, kopi-kopi yang sudah dipetik Sakdiah, dijemur dibawah teriknya matahari.

Sementara didalam gudang, biji kopi itu kemudian disortir seusai kualitasnya.

Di dataran tinggi Gayo, komoditi ini adalah berkah yang mengalir, tidak hanya untuk pemilik kebun, tapi juga masyarakatnya, yang terlibat hampir di seluruh tahapan sebelum akhirnya arabica gayo tersaji di hadapan penikmatnya.

Narator: Ardiansyah
Editor: Hari Mahardhika