1.140 Trawl di Aceh Utara Akan Ditertibkan

Sabtu, 5 Januari 2019 | Dilihat: 90 kali

SERAMBITV.COM, LHOKSUKON – Alat tangkap ilegal jenis pukat hela dan pukat tarik (trawl) dalam lima kecamatan di Aceh Utara yang dilaporkan ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Utara mencapai 1.140 lebih. Karena itu alat tangkap tersebut akan ditertibkan dinas dengan aparat kepolisian perairan dan udara (pol airud) kedepannya.

Dalam kegiatan tersebut selain diberikan alat tangkap ramah lingkungan dan pemusnahan juga dilakukan sosialiasi kepada nelayan, sehingga kedepan tidak menggunakan lagi alat tangkap tersebut. Karena kedepan, pihaknya bersama penegak hukum akan melakukan penertiban terhadap alat tangkap ilegal.

Sementara itu Sekretaris DKP Aceh Endin Saprudin menyebutkan, pihaknya berharap nelayan yang sudah mendapatkan jaring ramah lingkungan, tidak lagi menggunakan trawl dan menyisihkan sebagian pendapatannya untuk membeli alat tangkap baru yang juga ramah lingkungan. “Karena alat tangkap yang diberikan tersebut tidak peramen, artinya bisa saja enam bulan kedepan sudah rusak,” katanya.

Sementara Panglima Laot Lapang Hasan Tim mewakili Panglima Laot Aceh Utara saat tanya jawab menyampaikan supaya petugas terkait tidak pilih kasih dalam menangkap penggunaan trawl. Karena banyak kapal besar selama ini dari Idi dan Lhokseumawe yang menggunakan trawl beroperasi di perairan Aceh Utara.

“Karena tidak mungkin anak seekor kelinci bisa hidup dalam kawanan harimau, jika tidak deal-deal tertentu atau permainan,” katanya. Sebab selama ini, nelayan kecil selalu dirugikan dengan beroperasinya kapal-kapal besar, dan masyarakat selama ini tidak tahu harus melaporkan kemana.

Narator: ardiansyah
Editor: RA Karamullah