Gampong Nusa, Gairah Baru Desa Wisata

Sabtu, 29 September 2018 | Dilihat: 262 kali

SERAMBITV.COM, BANDA ACEH – Dipagari gugusan Bukit Barisan dan dibelah anak sungai, membuat paras Gampong Nusa tak ubahnya perawan nan menawan. Bocah-bocah setempat memecah riak kali dengan memancing dan berenang. Kearifan lokal yang lestari hingga kini digosok dengan kreativitas warga memberdayakan potensi yang ada, membuat temnpat ini makin bersinar. Gampong Nusa, gairah baru desa wisata.

Jamuan makan menjadi salah satu daya jual Gampong Nusa. Disajikan ala idang Aceh dengan menu khas pula. Sebut saja kuah beulangong, asam udeung, keumamah, dan tak ketinggalan bu kulah. Untuk menikmati sajian berselera ini, anda harus merogoh kocek Rp 50 ribu per orang. Disantap di muka rumah panggung dengan suasana hijau nan asri.

Nur Hayati (47) tahun, membeberkan awal mula lahirnya Gampong Nusa sebagai desa wisata.

Beranjak dari kediaman Nur Hayati, Serambi diajak melihat salah satu homestay yang ada. Semburat warna hijau dan kuning khas Melayu membalut rumah panggung. Di muka homestay, sebuah balai-balai layaknya gazebo dengan jeungki mini ditambah sarang burung yang bergelantungan, menyambut pengunjung. Rumah tiga kamar berlantai kayu itu, terlihat apik dan nyaman dengan suasana khas perkampungnan. Nur Hayati menyebutkan, Gampong Nusa mempunyai 40 homestay serupa dengan tarif Rp 60 ribu per malam untuk satu tamu. Cukup bersahabat bukan?

Sektor wisata telah ‘mendenyutkan’ ekonomi warganya yang mayoritas bekerja sebagai petani. Ramlah (42) tahun, membuat kotak tisu yang terbuat dari cemara taman. Sovenir ini dijual seharga Rp 40 ribu – rP 50 ribu per kotak. Begitu juga dengan warga lainnya yang berkreasi membuat bunga hias berbahan sampah organik seharga Rp 15 ribu per tangkai. Menjadi tentengan bagi wisawatan yang berkunjung.

Narator: NURUL HAYATI
Editor: RA Karamullah