Melihat Peninggalan Perang Vietnam – Amerika di Ho Chi Minh

Sabtu, 22 September 2018 | Dilihat: 126 kali

SERAMBITV.COM, HO CHI MINH – War Remnants Museum menjadi destinasi ‘wajib’ jika anda berkunjung ke Ho Chi Min City, Vietnam. Komplek museum itu memamerkan benda-benda peninggalan perang saat negara Vietnam melawan Amerika Serikat. Ibarat mesin waktu, anda akan diajak merasakan dahsyatnya perang Indocina (1957 – 1975).

Dengan membayar tiket masuk seharga 40 ribu VND atau Rp 25 ribuan, anda sudah bisa masuk ke destinasi wisata sejarah ini. Museum dibangun layaknya sel tempat tahanan perang. Suasana diperkuat oleh gambar dan suara sukses membuat pengunjung bergidik. Menguarkan aroma perang. Museum berupa bangunan tua terbagi atas ruang eksekusi, etalase perlengkapan eksekutor seperti borgol, rotan, dan masker, replika manusia yang dipasung, pemanggang besi, dan tentu saja galeri foto saat perang meletus. Sebuah tangga beton, mengantarkan pengunjung melihat korban dalam etalase kaca.

Masih dalam kompleks museum yang sama, merangsek ke sebelahnya, ‘A revival of dead lands’ anda akan menemukan bangunan tiga lantai yang memajang perlengkapan perang. Di muka bangunan jejeran kendaran tempur seperti pesawat, mobil tank darat dan air, serta aneka jenis bom menyambut pengunjung. Merangsek ke dalam bangunan, galeri foto memamerkan dahsyatnya perang melawan Amerika Serikat itu. Lengkap dengan foto humanis yang menggetarkan hati masyarakat dunia. Hal ini terlihat dari kliping koran asing, deretan poster solidaritas masyaratakat dunia untuk korban perang dari berbagai negara. Serta aksi demontarasi mendukung perdamaian di Vietnam.

Tak berhenti sampai di situ, aroma perang sangat terasa lewat sumur penyiksaan, puing-puing pesawat tempur, kepingan bom, etalase berbagai macam alat perang berupa bom, pistol, dan senjata api laras panjang. Lengkap dengan seragam prajurit dan daur ulang sisa perang menjadi karya seni.

Jejak perang Vietnam menyisakan ranjau. Tim pemburu bom pun dibentuk dan menandai berakhirnya perang yang menyisakan kepedihan mendalam bagi para keluarga korban. Datang dan buktikan sendiri.

Narator: ardiansyah
Editor: RA Karamullah