Perempuan Penjual Jamblang di Pante Pirak

Sabtu, 30 Juni 2018 | Dilihat: 245 kali

SERAMBITV.COM, BANDA ACEH – Dalam beberapa waktu terakhir, jembatan Pante Pirak di Jalan Sultan Alaidin Mahmudsyah, Banda Aceh, dipenuhi pedagang buah jamblang. Para pedagang yang sebagian besarnya wanita dan anak anak mulai menjajakan anggur Aceh atau “jambe kleng” ini sejak sore hari hingga dini hari.

Tanaman dengan nama latin Syzygium cumini dari suku jambu-jambuan atau Myrtazeae itu, adalah tanaman musiman. Setahun berbuah sekali dengan masa berbuah sampai tiga bulan. Desa Neuheun Aceh Besar dan beberapa desa di kawasan Ujung Batee adalah tempat tumbuh tanaman tersebut.

Yuyun, salah seorang pedagang saat dijumpai tim serambitv, Jumat (29/6/2018) malam, bercerita keluh kesahnya berjualan di kawasan tersebut. Yuyun berharap pemerintah Kota Banda Aceh mengizinkan mereka berjualan anggur Aceh, atau “jambe kleng” tersebut pada jam jam tertentu karena mereka siap menjaga kebersihan dan tidak akan mengganggu arus lalu lintas di pusat Kota Banda Aceh itu.

Narator: ilham
Editor: RA Karamullah