Tradisi Lebaran dan Warna-Warni Ketupat Produksi Nek Basyiah

Rabu, 13 Juni 2018 | Dilihat: 59 kali

SERAMBITV.COM, BANDA ACEH – Lebaran kurang lengkap tanpa kehadiran ketupat.

Ya, menu yang satu ini, sudah sekian lama menjadi peneman khas lebaran di nusantara, kuliner yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Ini adalah nek Basyiah. Jemarinya sudah sejak 30 tahun lalu mengolah dedaunan kelapa muda untuk kemudian dijadikan bungkus ketupat.

Karena jam terbang pula, Badsyiah pun mampu menghasilkan seribu bungkus ketupat per harinya. Sebenarnya, produksi ketupat nek Basyiah juga dijual di luar momen idul fitri, yang umumnya diincar oleh pedagang sate.

Namun menjelang lebaran, produksinya harus ditambah hingga setengahnya. Untuk mengejar target, Basyiah pun dibantu anak-anaknya.

Ketupat buatan keluarga ini dilepas seharga Rp 200 per bungkus, yang kemudian di rangkai dalam satu ikat berisi 25 bungkus.

Menariknya lagi, bungkus ketupat yang diproduksinya tersedia dalam tiga pilihan warna.

Para pelanggan setia Basyiah rutin membeli dengan mendatangi rumahnya yang berlokasi di Desa Tungkop Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar.

Jika musim lebaran tiba, bungkus ketupat hasil keterampilan tangan Basyiah juga dengan mudah ditemukan pagi hari di Pasar Peunayong, Banda Aceh.

Bungkusan ketupat itu juga kerap dijadikan buah tangan penyambung silaturrahmi.

Narator: Reza Munawir
Editor: Reza Munawir