Masjid Kampung Haji, Cikal Bakal Embarkasi Haji Indonesia

Kamis, 7 Juni 2018 | Dilihat: 143 kali

SERAMBITV.COM, SABANG – Gugusan pulau yang bernama Pulau Weh ini, menyimpan banyak sejarah tentang heroisme perjuang orang-orang Aceh pada masa dahulu.

Maka tidak mengherankan jika saat melintasi jalan-jalan di Kota Sabang, kita akan melihat banyak benteng-benteng pertahanan. Menurut sebuah riwayat, di Sabang ini pernah terjadi pertempuran hebat yang melibatkan beberapa negara besar, seperti Amerika Serikat, Belanda, Portugis, serta Jepang.

Hanya sedikit orang yang bercerita, bahwa Pulau Weh pernah menjadi embarkasi haji bagi para calon jamaah haji dari Hindia Belanda (Indonesia). Sejarah mencatat, di Sabang lah embarkasi haji pertama di wilayah Indonesia berada.
Embarkasi yang dibangun oleh Belanda itu dilengkapi berbagai fasilitas hebat dan canggih (pada masanya), di Kota Sabang dan di Pulau Rubiah. Sebagian fasilitas haji itu masih utuh berdiri sampai sekarang, namun sebagian lainnya sudah lenyap karena tak terawat.

Di antara bangunan yang masih tertinggal dan terawat hingga kini adalah Masjid Kampung Haji di Gampong Kuta Timu, Kota Sabang. Dari prasasti yang berada di halaman depan masjid, dapat diketahui bahwa masjid ini dibangun secara permanen tahun 1914 oleh Sabang Maatschappij (perusahaan Belanda yang mengelola pelabuhan bebas Sabang), sebagai fasilitas perjalanan haji melalui pelabuhan Sabang.

Di masjid inilah para jamaah haji dari Indonesia beribadah dan belajar manasik, sebelum dikarantina di Pulau Rubiah, untuk selanjutnya diberangkatkan ke Tanah Suci. Meski kini jamaah haji Indonesia tidak lagi berangkat via Sabang, tapi masjid ini masih terawat dengan baik.

“Sebelum ke Tanah Suci, para jamaah haji Aceh, informasinya juga dari beberapa daerah lain di Indonesia, berkumpul di sini, untuk melakukan manasik. Pas di samping masjid ini merupakan bekas asrama haji. Tapi kini sudah menjadi permukiman,” kata Tgk Dedy Masykur (29), Imum Syik (Imam Besar) Masjid Kampung Haji kepada Serambi, 29 April 2018.

Di masjid ini pula Tgk Dedy menghabiskan masa kanak-kanaknya. Ia kemudian menuntut ilmu di Dayah Mudi Mesra, Samalanga Bireuen. “Dulu masjidnya tak sebesar ini, kecil. Ini telah mengalami beberapa kali renovasi, terakhir sekitar tahun 2010 sudah sebagus ini,” ungkap Dedy.

Nah, sudah tahu bukan? Ternyata di Sabang lah cikal bakal embarkasi haji Indonesia bermula. Yuk, kunjungi Sabang dan lihat langsung jejak jamaah haji di sana.

Penulis Zainal Arifin M Nur

Narator: ilham
Editor: RA Karamullah