Patut Ditiru, Aksi Mereka Menebar Kebaikan Untuk Kemanusiaan

Minggu, 8 April 2018 | Dilihat: 94 kali

SERAMBITV.COM, BANDA ACEH – Atas nama kemanusiaan, para anak muda ini memenuhi panggilan jiwa untuk menjadi sukarelawan. Berguna bagi sesama telah mendatangkan kebahagiaan tersendiri. Termasuk kepedulian terhadap alam, yang sudah memberi segenap isinya kepada manusia. Mengaburkan batas-batas suku dan status sosial. Di sisi lain, ada banyak orang yang terbantu karenanya. Edisi milenials pekan ini, kita bakal berkenalan dengan para volunteers, mereka memberi makna indahnya berbagi.

Tersebutlah nama Aiyub. Salah satu founder ‘Taman Edukasi Kampung Jawa’. Ia yang saat itu masih menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Banda Aceh, bersama teman-temannya concern terhadap bidang pendidikan. Berawal pada 2012, hingga akhirnya kini terdapat 80-an anak-anak pemulung yang mendapat pelajaran tambahan secara cuma-cuma. Ia percaya, kebaikan itu menular.

Beralih ke Deasy. Cewek asli Lambaro Aceh Besar ini terbang jauh-jauh ke Timur Indonesia, Papua guna menjadi pengajar untuk program Indonesia Mengajar (2013-2014. Selain mengajar untuk anak pribumi, kegiatan tersebut juga memberi pengalaman batin buat Deasy hingga ia terpanggil kembali ke Papua untuk mengisi program Penggerak Masyarakat (2017-2018). Diakuinya keterbatasan informasi tenaga guru di sana menjadi motivasi tersendiri bagi Lulusan Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Ar Raniry.

Tak hanya manusia, alam dan segenap isinya juga menjadi bagian tak terpisahkan. Amir, seorang free diver mengaku jatuh cinta dengan alam bawah laut. Kecintaan pemuda yang tergabung dalam Komunitas Meugap ini diwujudkan dengan aksi rutin bersih-bersih bawah laut hingga kedalaman 5 meter. Rendahnya kesadaran pengunjung akan kebersihan serta pengaruh arah angin, tak urung membuat laut tercemar. Ia pun mengkampanyekan pentingnya kebersihan bawah laut lewat media sosial dengan tagar #LiburanPakekOtak

Nah! guys itu dia para volunters dengan aksi sosialnya. Menularkan kebaikan untuk sesama.

Narator: Nurul Hayati
Editor: RA Karamullah