Curi Ikan Dilaut Aceh, Nelayan Myanmar Disidangkan

Senin, 19 Maret 2018 | Dilihat: 78 kali

SERAMBITV.COM, BANDA ACEH – Seorang nelayan asal Myanmar, Win Su Htwe (20) selaku nahkoda kapal motor (KM) SLFA 4935 GT.29.17 menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Senin (19/3/2018). Dia didakwa melakukan pencurian ikan bersama tiga anak buah kapal diperaian Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, Selat Malaka sebanyak 720 kg jenis campuran.

Saat bersidang, terdakwa tidak didampingi kuasa hukum. Setelah mendengarkan pembacaan dakwaan dari tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Aceh, sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi yang tak lain anak buah kapal (ABK) itu yaitu, Myo Win Aung (32), Soe Min (34) dan Moe Moe (40).

Untuk memperlancar proses komunikasi selama persidangan, baik terdakwa maupun saksi dibantu oleh juru bahasa, Muhammad Jabar dari Rumah Ditensi Imigrasi Belawan, Medan. Muhammad Jabar sendiri juga seorang warga Myanmar etnis Rohingya yang sudah lama menetap di Sumatera Utara.

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Faisal Mahdi SH MH, JPU menyampaikan bahwa KM SLFA 4935 GT.29.17 bersama nahkoda dan ABK ditangkap di peraian ZEE pada titik Koordiat 03 41,299 N-100 04,393 E oleh tim patroli dari Kapal Pengawas Perikanan KP HIU 12 pada 24 Januari 2018 sekira pukul 04.46 WIB
Saat ditangkap, kapal ikan yang diketahui milik warga Malaysia, Chin Chai How tersebut tidak berbendara negara serta tanpa dilengkapi Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) saat memasuki wilayah peraian ZEE Indonesia.

Setelah ditangkap kapal ikan itu di bawa ke Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo untuk diserahkan kepada Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Lampulo, Banda Aceh. Sementara nahkoda dan ABK saat ini diamankan di PSDKP Lampulo selama proses persidangan.

Narator: ilham
Editor: RA Karamullah