Satu Vespa Sejuta Saudara

Jumat, 9 Pebruari 2018 | Dilihat: 253 kali

SERAMBITV.COM, BANDA ACEH – Berawal pada tahun 1946, vespa lahir di Roma, Italia.

Diperkenalkan kepada masyarakat umum dan sukses menjadi sorotan media massa, sebagai alat transportasi baru yang fungsional sekaligus inovatif.

Kehadirannya sukses memberikan kejutan sekaligus keraguan. Dalam perkembangannya, arena sirkuit juga menjadi medan bagi ‘si kuda besi’ ini sebelum akhirnya merambah ke belahan dunia lainnya dan menjadi bagian dari gaya hidup.

Edisi pekan ini, kita bakal berkenalan dengan komunitas vespa matic dan pecinta vespa klasik.

‘Satu vespa sejuta saudara’, begitulah prinsip yang hidup dan dibesarkan oleh para pecintanya. Tak terkecuali oleh komuitas vespa matic ‘Moves’ Chapter Aceh.

Komunitas yang baru lahir pada September 2017 itu beranggotakan 20 orang dan sudah mengaspal ke Kota Dingin Takengon dan kota tetangga, Medan. Yuk! simak ceritanya.

Beralih ke vespa klasik, tersebut lah nama Ras Taufik. Cowok kelahiran Beureunuen, 21 tahun silam ini mengaku, sejak 2012 menjadikan vespa sebagai tunggangannya.

Namun perkenalannya dengan sepeda motor antik ini, sudah sejak duduk di bangku sekolah. Tak tanggung-tanggung, kecintaannya pada si ‘kuda besi’ asal Italia itu ditunjukkan dengan pernah mengoleksi hingga empat unit vespa.

Kemudahan dalam perawatan dan terutama keunikan yang melekat pada vespa pun, membuat cowok yang juga dikenal sebagai selebgram ini enggan pindah ke lain hati.

Nah! guys itu dia riwayat satu vespa sejuta saudara. So, vespa tak selalu identik dengan orang tua, kan?

Narator: Nurul Hayati
Editor: Reza Munawir