Nggak Wangi? Nggak Banget!

Jumat, 8 Desember 2017 | Dilihat: 320 kali

SERAMBITV.COM, BANDA ACEH– Membawa keharuman alam dalam sebotol parfum, wewangian dipercaya mewakili kepribadian sang pemakainya.

Di pasaran, parfum ori dan refill seakan berlomba saling memikat.

Bahkan di ‘kandang sendiri’, parfum dengan brand lokal meretas mimpi menjadi primadona.

Aroma yang ditebarkan pun, terlalu menggoda untuk dilewatkan.

Bersiaplah melangkah dengan percaya diri.

Bagi Khalida Makmoer, parfum telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kesehariannya.

Tak heran, aktivitasnya yang terbilang tinggi sebagai selebgram membuatnya harus tetap wangi sepanjang hari.

Dara yang mulai populer sejak debutnya sebagai duta wisata Banda Aceh favorit 2015 itu menjatuhkan pilihan pada aroma dengan karakteristik segar.

Yuk! lihat koleksi parfum favoritnya.

Adalagi, Irin.

Banker yang mengaku sudah jatuh hati dengan keharuman parfum sejak duduk di bangku SMA.

Dari awalnya sebagai pemakai parfum refill, perlahan sejak mempunyai penghasilan, ia pun beralih menggunakan parfum ori reject.

Bahkan dari sekedar pemakai, Irin kini meretas bisnis sebagai penjual parfum. Dengan harga berkisar Rp 300 ribuan.

Berbicara tentang parfum, tentu tak lengkap rasanya kalau tidak menyambangi ‘dapur produksi’nya.

Adalah Minyeuk Pret. Parfum brand lokal yang mengusung nilam sebagai nilai istimewa.

Daudy, sang owner dibantu para pekerja menawarkan tiga varian aroma khas Aceh yaitu seulanga, meulu, dan kopi.

Dilepas seharga Rp 110 ribu per botol.

Kini parfum yang dirilis sejak 2015 lalu itu sudah tersebar se nusantara dan menebar wangi hingga 11 negara lainnya.

Nah! guys. Begitulah kekuatan percikan parfum.

Siap-siap terpikat ya? Sobat milenial, ceriakan hari mu dalam balutan wewangian.

Dari Banda Aceh, Tim Milenials, Serambi On TV

Narator: Nurul Hwyati
Editor: Reza Munawir