Derita Fakir Miskin Dalam Gubuk Reot di Aceh Jaya

Senin, 28 Agustus 2017 | Dilihat: 689 kali

SERAMBITV.COM, CALANG – Ilyas (55), salah seorang fakir miskin masih tinggal di sebuah gubuk reod sebuah rumah tak layak huni di Gunung Alue Paku, Desa Mon Mata, Kecamatan Krueng Sabee bersama istri dan lima orang anaknya. Kondisi tersebut akibat keterbatasan ekonomi, sehingga tak ada kesanggupan untuk membangun rumah seperti warga lainnya di daerah itu.

Ilyas saat ditemui Serambitv, Senin (28/8/2017) di rumahnya menuturkan, rumah yang dihuninya saat ini dengan ukuran 3×4 meter itu ditempati oleh tujuh orang yaitu istrinya Ramlah (50) dan lima orang anaknya Nurasyiah (20), Laila Sari (18), Nurbaiti (14), Muhammad Saputra (10) dan Saputra Santri (5).

Dari lima orang anaknya itu, dua di antarnya tidak tinggal lagi dengan orang tuanya yaitu Nurasyiah bekerja di sebuah warung di Calang dan Laila Sari tinggal bersama saudaranya. Sedangkan tiga anaknya lagi masih tinggal di gubuk tersebut.

Keseharian Ilyas bekerja sebagai buruh kasar untuk menutupi kebutuhan sehari-hari di rumahnya, istrinya bernama Ramlah dengan penuh kesetiaan selalu mendapingi sang suami dan mengasuh anak-anaknya yang masih kecil-kecil itu baik suka mau pun duka.

Atap rumah Ilyas dibangunan dari plastik, sementara dinding terbuat dari bambu dan kayu serta bagian lainnya ditutup dengan plastik yang berada dekat hutan, tidak masuk air saat hujan.

Rumah Ilyas pada malam hari hanya diterangi oleh lampu teplok, karena tidak ada listrik sebagai penerang seperti rumah warga lainnya. Untuk menuju ke rumahnya harus mendaki perbukitan sekitar 200 meter yang berada di pinggiran desa Mon Mata.

Ia berharap adanya bantuan rumah dari pemerintah untuk kebutuhan keluarganya, sebab ia tidak ada kemampuan untuk membangun rumah sendiri. Ia mengaku jangankan untuk membangun rumah beli beras saja sebagai kebutuhan hari-hari masih kesulitan.

Narator: ilham
Editor: RA Karamullah